Miopia menjadi masalah serius di semakin banyak negara. Terutama di daerah perkotaan di Asia, hampir 90% anak muda mengalami miopia sebelum usia 20 tahun—tren yang terus berlanjut di seluruh dunia. Studi memprediksi bahwa, pada tahun 2050, hampir 50% populasi dunia dapat mengalami rabun dekat. Dalam skenario terburuk, miopia dini dapat menyebabkan munculnya miopia progresif, suatu bentuk rabun dekat yang parah: penglihatan seseorang dapat memburuk dengan cepat dengan kecepatan satu dioptri per tahun dan berubah menjadi miopia tinggi, yang meningkatkan risiko masalah mata lainnya, seperti kerusakan retina atau bahkan kebutaan.
Lensa Uo SmartVision mengadopsi desain pola lingkaran untuk mengurangi daya secara merata, dari lingkaran pertama hingga lingkaran terakhir, jumlah defokus meningkat secara bertahap. Total defokus mencapai 5,0~6,0D, yang cocok untuk hampir semua anak dengan masalah miopia.
Mata manusia bersifat miopia dan tidak fokus, sedangkan bagian tepi retina bersifat rabun jauh. Jika miopia dikoreksi dengan lensa SV konvensional, bagian tepi retina akan tampak rabun jauh dan tidak fokus, yang mengakibatkan peningkatan sumbu mata dan memperdalam miopia.
Koreksi miopia yang ideal seharusnya: miopia menjadi tidak fokus di sekitar retina, sehingga dapat mengontrol pertumbuhan sumbu mata dan memperlambat peningkatan derajatnya.